Sejarah Kurma Nabi

Sejarah Kurma Nabi

 Kurma Ajwa pertama kali ditanam oleh Rasulullah SAW. Lokasinya di tanah bersebelahan dengan Masjid Quba, Madinah. Mulai saat itu Kurma Ajwa identik dengan Kurma Nabi.

 Kurma memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Selain mengandung vitamin A, kurma juga mengandung kalsium dan zat besi. Kebiasaan Nabi Muhammad SAW jika berbuka puasa adalah memakan buah kurma.  Adapun nama Ajwa diambil dari nama anak Salman Alfarisi, orang Nasrani yang akhirnya masuk Islam. Dia mewakafkan lahan kurmanya untuk perjuangan Islam.  Untuk mengenang jasa-jasanya itu, Rasulullah akhirnya menamakan kurma yang dimakannya saat berbuka puasa sebagai Kurma Ajwa. Itulah asal muasalkurma itu disebut Kurma Ajwa dan juga Kurma Nabi.

 Di dalam Al Quran dan hadis Nabi disebutkan manfaat makan kurma. Rasulullah menganjurkan bagi para istri yang mengandung untuk makan buah kurma. Alasannya, agar anak yang akan dilahirkan kelak menjadi anak penyabar, bersopan santun serta cerdas. Dulu, makanan Siti Maryam takkala melahirkan Nabi Isa adalah buah kurma.

 Ahli kedokteran menyebut unsur zat besi dan kalsium yang terdapat di dalam buah kurma adalah unsur yang sangat berguna, untuk membentuk dan menambah kandungan air susu ibu. Lebih dari itu, juga membantu pertumbuhan anak-anak dan sumsum tulangnya akan berkembang dengan baik.

 Selain hal diatas, Kurma Ajwa ini ternyata juga bisa digunakan untuk mencegah serangan sihir seperti santet, tenung, teluh dsb. (Sumber)

1 thought on “Sejarah Kurma Nabi”

Comments are closed.